Kaji Bersama Kesiapan Pemilu dan Pemilihan 2024

Berita Terkini Tanggal Kirim: 30 Maret 2021 | Penulis:

Jakarta, kpu.go.id - Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 akan menjadi sejarah baru dalam proses demokrasi di Tanah Air. Bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) hajatan keserentakan yang menggabungkan pemilu legislatif dan eksekutif dilanjutkan keserentakan pemilihan kepala daerah di tahun yang sama juga akan memberikan tantangan baru dan dinamika tersendiri yang tentunya perlu diantisipasi dengan perencanaan yang baik.
Berangkat dari pentingnya kesiapan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali mengumpulkan KPU provinsi, KPU kabupaten/kota untuk berkoordinasi, mengonsolidasikan bersama kesiapan masing-masing dalam menghadapi tahun-tahun kepemiluan.

Melalui kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pemilu 2019 dan Pemilihan 2020, KPU RI juga berharap dapat menampung masukan dan catatan untuk bekal penyelenggaraan pemilu dan pemilihan berikutnya. "Tentu banyak hal yang perlu kita kaji kembali, peraturan perundang-undangan, peraturan KPU, apakah kita mampu selenggarakan bersamaan," ujar Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU RI Ilham Saputra saat membuka kegiatan. 
 
Pada kegiatan yang diikuti Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU provinsi, KPU kabupaten/kota Ilham juga mengatakan bahwa pengalaman di 2019, seperti proses penggantian jajaran penyelenggara jelang dan pasca pemilu maupun pemilihan yang harus disikapi dengan baik. Juga tentang kesiapan penyelenggara terutama badan ad hoc yang tentunya akan mendapatkan tugas yang lebih berat dalam melaksanakan tahapan. "Di Pemilihan 2024 dan Pemilu 2024 ini ada irisan pekerjaan badan ad hoc, belum selesai tahapan pemilu sudah berlanjut kerja untuk pemilihan," tambah Ilham.
 
Sementara itu pada sesi paparan umum, Pimpinan KPU RI lainnya Arief Budiman mengatakan, pengalaman merancang pemilihan dan pemilu dari tiap daerah penting disampaikan sebagai bahan masukan untuk pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan 2024. Terkait anggaran dia juga berpesan, dengan ketatnya tahapan pemilu dan pemilihan maka kecepatan serapan harus diimbangi kesigapan jajaran KPU dalam hak pertanggungjawaban.
 
Anggota KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan keberhasilan menyelenggarakan Pemilu 2019 dan Pemilihan 2020 bukan berarti meniadakan kebutuhan akan evaluasi. Refleksi menurut dia penting, sebagai cara mencegah hal serupa terulang.
 
Anggota KPU Hasyim Asy'ari mengajak jajaran KPU provinsi, KPU kab/kota untuk terus meningkatkan kapasitas, salah satunya dengan rajin membaca aturan perundangan. Pria yang membawahi divisi hukum KPU RI itu juga berpesan agar peserta rakor yang membiayai divisi hukum untuk mencermati seluruh aspek pemilu dan memberikan rekomendasi atas masalah yang terjadi. 
 
Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, berkaca pada partisipasi pemilih di Pemilu 2019 dan Pemilihan 2020 maka keikutsertaan masyarakat tidak hanya soal sosialisasi dan pendidikan pemilih tapi juga hal lain seperti keakuratan data dan persiapan di Tempat  Pemungutan Suara (TPS). 
 
Senada, Anggota KPU RI Viryan mengatakan apresiasi atas keberhasilan dan capaian pada Pemilu 2019 dan Pemilihan 2020 harus diimbangi dengan masukan dan evaluasi dari penyelenggara baik di KPU provinsi maupun KPU kab/kota. Pria asal Kalimantan Barat juga menilai ketersediaan internet menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri dalam mendukung kerja kepemiluan yang akan banyak berbasis digital.
 
Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik singkat memberikan semangat kepada jajaran KPU provinsi, KPU kabupaten/kota untuk tidak patah semangat, belajar dari kesalahan penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan sebelumnya. Menurut dia pengalaman dapat mencegah permasalahan serupa terulang. 
 
Dikesempatan terakhir, Sekjen KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno menilai rakor menyimpan dua tujuan yang perlu dievaluasi, pertama tugas utama KPU sebagai penyelenggara pemilu dan kedua dukungan sekretariat meliputi anggaran, SDM, SOTK dan sarana prasarana. 
 
Bernad juga kembali berpesan pentingnya soliditas antara kesekretariatan dengan jajaran  komisioner. Yang terwujud dalam kerja saling melengkapi. 
 
Untuk memperkuat tujuan kegiatan rakor, peserta juga dibagi ke dalam enam kelas, yang output nya memberikan masukan atau rekomendasi atas isu kepemiluan. (humas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)


Melayani Rakyat Menggunakan Hak Pilihnya


Hari
Jam
Menit
Detik

ARSIP POSTING
[April 2021] 4 Arsip posting
[February 2021] 14 Arsip posting
[January 2021] 23 Arsip posting
[March 2021] 11 Arsip posting
MULTIMEDIA
Rapat Pleno Penetapan Paslon Terpilih dalam Pemilihan Tahun 2020
AGENDA KEGIATAN